Konfirmasi Soal Penutupan Alexis, Wartawan Media Online Di Intimidasi

FOKUSATU – Wartawan media online, Adi Wijaya melaporkan peristiwa intimidiasi yang dialaminya saat meliput rencana penutupan Alexis di Pademangan, Jakarta Barat kemarin. Adapun pihak yang mengintimidasi itu diduga oknum sekuriti Alexis.

Adi Wijaya mendatangi Polda Metro Jaya pada Jumat (23/3/2018) sore untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya itu. Lowongan tersebut pun diterima polisi dengan nomor LP/1601/III/2018/PMJ/Dit. Reskrimum tertanggal 23 Maret 2018.

“Hari ini saya laporkan kejadian yang kemaren saya alami di Alexis ke Polda Metro Jaya, dengan sangkaan pasal 18 ayat 1 UU RI No. 40 Tahun 1999 tentang Pers,” ujar Adi Mapolda Metro Jaya, Jumat (23/3/2018).

Menurutnya, kejadian itu berawal saat dia sedang menjalankan tugasnya sebagai wartawan melakukan peliputan di Alexis. Pasalnya, tersiar informasi tentang adanya penutupan Alexis yang bakal dilakukan Pemprov DKI.

Adi kemudian mendatangi Alexis untuk menanyakan tanggapannya ke pihak Alexis tentang penutupan itu. Namun, dirinya justru didatangi sekurity Alexisberseragam lengkap, menanyakan identitas Adi.

Sekurity itu, lalu menjepret identitasnya dan dibawa masuk ke Alexis dengan alasan akan ditemukan dengan Humas Alexis. Ternyata bukannya dipertemukan dengan pihak Humas, melainkan Adi dibawa ke sebuah pos di pintu keluar Alexis, dan di lokasi itu terdapat 8 orang sekuriti tidak berseragam.

“Di situ saya dicecar pertanyaan tendesius yang mengarah ke intimidasi, kalau saya dipaksa mengaku bukan wartawan, tapi petugas kepolisian. Padahal semua sudah saya unjukan, ID Pers dan semacamnya,” tuturnya.

Adi pun terus dicecar pertanyaan serupa oleh sekurity itu dan tak diperkenankan meninggalkan pos tersebut.

Untungnya, rekannya sesama wartawan mendatangi lokasi dan menjemput Adi dari kerumunan para sekuriti itu yang menahannya sekitar satu jam lamanya di pos.

Namun, akhirnya niatnya yang hendak meminta klarifikasi tentang penutupan itu dari pihak Alexispun tak terlaksana.

“Saat hendak masuk (ke Alexis) itu saya sama dua teman lainnya, wartawan juga. Karena ada sekuriti, jadi saya minta tolong ke dua teman itu untuk menghubungi wartawan lainnya, memberitahukan kalau saya di sana, sehingga yang ke pos itu hanya saya,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *