Walikota Depok Hadiri Pengajian Bulanan Bersama Alim Ulama Kel Tapos

FOKUSATU – Pengajian gabungan bagi para ustad dan ustajah sekelurahan Tapos berlangsung di RM. Pondok Gurame Rw 01 kelurahan Tapos kecamatan Tapos kota Depok.  Pengajian rutin tersebut dihadiri walikota Depok KH. DR. Idris MA, kepalah Badan kepegawaian (BKD) H. Supian Surih, Camat Tapos Muchsin Mawardi S. Ip. M. Si. S. Sos, Lurah Tapos M. Imron, H. Hoiruloh sekertaris MUI kota Depok, tokoh masyarakat H. Kamil Rayana, ketua LPM Dedi Wiati S. Sos yang juga merangkap ketua panitia bersama tokoh pemuda kecamatan Tapos Ade Firmansyah SH,para ulama, ustajah Dan para undangan lainya.

Ketua Panitia Dedi Wiati bersama Ade Firmanyah mengatakan, kegiatan pengajian bulanan buat para ustad dan ustajah ini di mulai dari gagasan Bapak H. Kamil Rayana yang juga pemilik rumah makan gubuk gurame dan Saputra tour. Acara di hadiri 150 orang,” pengajian bulanan para asastiz dan asastizah dengan mengambil tema Menjadi manusia penebar mamfaat semoga kota Depok menjadi kota yang Religius, ” jelasnya.

Di tempat yang sama H. Kamil Rayana pada sambutanya mengatakan, saya dengan Bapak Walikota sebenarnya kakak kelas waktu di Pesantren Tebu Ireng, Pak Walikota angkatan tahun 80 dan saya angkatan tahun 82. Giat ini sengajah kita buat untuk kegiatan pengajian para guru ustad dan ustajah, ” saya sedang buat majelis mohon doanya,semoga cepat selesai dan kita secepatnya dapat mengunakan,untuk giat pengajian bulanan secara rutin,” jelas H. Kamil Rayana sosok pengusaha yang religius ini.

Walikota Depok KH. DR. M. Idris MA, dalam tausiahnya, berujar,secara ilustrasi ditubuh kita punya dua kekuatan potensi, kejahatan, taqwa, kebaikan juga keburukan. Kita berusaha mempersempit kejahatan yang ada didirikita,Allah memberikan jalan dengan upayah memberikan Ruh kita (tazskiah). Pada kesempatan ini saya juga ingin memberi imformasi bahwa kota Depok saat ini sudah menjadi tempat transit, sindikat Narkoba,ini dapat dibuktikan tertangkapnya narkoba dari kiriman negara Belanda , Jerman ini karena kota Depok adalah bertetangga dengan Ibukota Jakarta. Pada zaman VOC Depok juga daerah transit para ajengan dari Banten dan Cirebon,” kedepan kita harus berjuang agar kota Depok menjadi kota religius,dalam islam kita juga harus punya target kita hidup tidak sendirian.”jelasnya.

Lebih lanjut Idris Abdul Somad mengatakan, Nabi Muhamad Saw,kita seperti perumpamaan, seperti air hujan lebat,seperti air hujan yang menyerap tanah ada ada 3,seperti yang subur (menyerap dan menumbuhkan tanaman dan rerumputan )juga ada tanah wadas,menyerap tapi tidak bisa menumbuhkan,tanah yang menyerap juga tidak menumbuhkan,ini perumpaman Umatku, potensi ustad, ustajah harus ada peningalan kita yang harus di teruskan, ” tegasnya.

Ade Firmasyah menambahkan, mengatakan, dengan adanya pengajian rutin seperti ini diharapkan dapat dijadikan wadah untuk menimbulkan sikap yang baik dalam pergaulan dan kehidupan bermasyarakat.”Pengajian dapat mengajarkan kepada kita untuk selalu berbuat baik dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari,” pungkasnya. Dan hari ini kita membentuk dan menyusun pengurus Majelis ini adalah Ketua, H. Solehudin,wakil ketua H. Ahmadi, sekertaris,H.Hidayat, bendahara Ustajah, Halimah, Humas, Ust Eka, ikbal, Nasir,Hisan,Ariman, dan Nenti dan perlengkapan adalah Nurlelah, Anita,Maesaroh dan parah Penasehat, H. Kamil Rayana, Camat Tapos, Lurah Tapos, LPM. (Rudi. Hrp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *