Ribuan Korban Koperasi Pandawa Datangi Kejari Depok

FOKUSATU – Ribuan korban Koperasi Simpan Pinjam Pandawa pimpinan Nuyanto akan menggelar aksi di Pengadilan Negeri Depok Selasa (3/11). Mereka menuntut pengembalian aset yang disita.

Ratusan korban dugaan penipuan koperasi Pandawa gelar aksi demo menilai ada kong kalikong sidang Salman Nuryanto alias Dumeri, pemimpin Koperasi dan 24 orang atau leader yang hampir 14 kali sidang Pengadilan Negeri (PN) Depok.

“Korban kopersi Pandawa tidak sedikit bahkan mencapai ribuan orang dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah tapi tidak jelas kemana aset yang disita tersebut, ” Denny Andrian, pengacara korban koperasi Pandawa dati sejumlah kota, Kamis (2/11/2017).

Kegiatan sidang yang dilakukan selama ini malah terkesan sandiwara seperti sinetron di televisi hanya formalitas karena dalam dakwaan Salman Nuryanto alias Dumeri sama sekali tidak mencantumkan dakwaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sesuai UU No 8/2010 tentang pencegahan tindak pidana pencucian uang.

Kasus koperasi Pandawa hampir sama dengan kasus Frist Travel atau kasus lain yang sudah ditangani sejumlah pengadilan, ujar Denny A yang juga menjadi pengacara sekitar 500 orang korban koperasi Pandawa dengan nilai kerugian mikiaran rupiah.

“Kami para korban penipuan Kopersi Pandawa menuntut semua yang terlibat dalam persidangan diganti mulai dari jaksa dan hakim serta minta kejelasan informasi mengenai aset yabg telah disita, ” tuturnya.

Tidak hanya kong kalikong namun diduga ‘dil-dil’ tertentu antara oknum jaksa, hakim dan pengacara terdakwa. Bahkan, salah satu pengacara korban sempat melihat adanya pertemuan si kantor Kajari Depok antara Hakim, Jaksa, pengacara dan lainnya sekitar tanggal 26 Oktober 2017 lalu yang dilarang mempublikasi pertemuan tersebut.

Aksi demo yang sijaga ketat jajaran tim jaguar Polres Depok dan Polsek Sukmajaya berlangsubg tertib dan aman. Setelah mengelar orasi sekitar empat perwakilan diterima Kajari Depok Sufari didampingi Kapoksek Sukmajaya Kompol Ign. Bronet untuk mediasi dilakukan secara tertutup dan masih berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *