Banyuwangi Tarik Wisatawan Dengan Menggelar 72 Event Budaya

WARTAHOT  – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, pada tahun 2017 ini bakal menggelar lebih dari 100 event yang terangkum dalam Banyuwangi Festival (B-Fest). Sebanyak 72 event dalam B-Fest telah menjadi event ikon di daerahnya.

Beberapa event event ikon daerah ini diantaranya adalah Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (27-30 September 2017), Banyuwangi Ethno Carnival (11 November 2017), Festival Gandrung Sewu (8 Oktober 2017), Banyuwangi Beach Jazz Festival (2 September 2017), dan Jazz Ijen (6-7 Oktober 2017), selain event anyar yang akan menjadi magnet baru antara lain; Banyuwangi Sail Yacht Festival (15 September 2017) dan Festival Bambu (12-13 Mei 2017).

Abudllah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi menjelaskan, mengawali tahun. pemkab BanyuAbudllah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi mengatakan,angi telah menggelar event Festival Sedekah Oksigen dan Festival Jeding Rijig (toilet bersih) yang berlangsung di Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi pada 25 Januari 2017 yang lalu.

Dijlaskan juga oleh Azwar Anas, B-Fest 2017 kali ini akan menjadi ajang istimewa bagi industri fesyen daerah karena ada lima event untuk memamerkan potensi desainer daerah mulai dari ajang Indonesia Fashion Week (4 Februari 2017), Green & Recycle Fashion Week (25 Maret 2017), Kebaya Festival (22 April 2017), Banyuwangi Batik Festival (29 Juli 2017), dan Banyuwangi Fashion Festival (14 Oktober 2017).

B-Fest 2017 pun makin semarak dengan hadirnya event-event baru yang menjadi wadah bagi kreativitas anak muda dan mendorong sektor ekonomi kreatif. Seperti Festival Video Kreatif (26 Juli 2017) yang menampilkan potensi tiap desa dan Festival Dandang Sewu (4-5 Agustus 2017) yang menyajikan kreasi di sentra produksi alat masak.

Sejumlah tradisi asli Banyuwangi juga difestivalkan antara lain Barong Ider Bumi (26 Juni 2017), Seblang (30 Juni & 5 September 2017), Tumpeng Sewu (24 Agustus 2017), Kebo-keboan (14 September & 1 Oktober 2017), hingga Petik Laut (4 & 23 Oktober 2017), Agro Expo (13-20 Mei 2017), Festival Durian (20 Mei 2017) dan Fish Market (3 Oktober 2017).

Selain itu bakal digelar juga festival Barong Ider Bumi (26 Juni 2017), Seblang (30 Juni & 5 September 2017), Tumpeng Sewu (24 Agustus 2017), Kebo-keboan (14 September & 1 Oktober 2017), hingga Petik Laut (4 & 23 Oktober 2017).

”Kami juga menggelar Agro Expo (13-20 Mei 2017), Festival Durian (20 Mei 2017) dan Fish Market (3 Oktober 2017) untuk menguatkan dan mempromosikan produk pertanian serta perikanan. Misalnya, bakal ditampilkan durian merah yang menjadi buah khas Banyuwangi,” ujar Anas.

Untuk Festival Kuliner akan diangkat ‘pecel pithik’ salah satu kuliner khas masyarakat Suku Osing Banyuwangi yang diharapkan semakin dikenal oleh wisatawan saat bertamasya rasa di depot-depot Banyuwangi.

Sedangkan sport tourism, selain menggelar International Tour de Banyuwangi Ijen (27-30 September 2017) juga ada Banyuwangi International Ijen Green Run (23 Juli 2017), Banyuwangi International BMX (22-23 April 2017) dan Kite and Wind Surfing Competition di Pulau Tabuhan (26-27 Agustus 2017). (Gbr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *