Akibat Kebakaran Pabrik di Manila 100 korban Luka – luka

WARTAHOT – Lebih dari 100 pekerja terluka sementara tiga orang hilang dalam kebakaran di sebuah pabrik di kota General Trias, provinsi Cavite, Manila selatan, Filipina. Ribuan pegawai pabrik berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Kebakaran di House Technology Industries berhasil dikendalikan, tapi belum benar-benar padam setelah berkobar selama 18 jam, kata Gubernur Cavite Jesus Crispin Remulla. Petugas pemadam kebakaran akan memasuki pabrik hari ini untuk memastikan seluruh titik api padam, The Associated Press melaporkan.

Sekitar 10 korban luka berada dalam kondisi kritis, kata Remulla kepada stasiun televisi ABS-CBN. Dia menambahkan beberapa pekerja nekat melompat dari jendela bangunan tiga lantai itu untuk menyelamatkan diri. House Technology Industries memproduksi material pembangunan rumah untuk diekspor ke Jepang.

Api kabarnya muncul setelah mesin pembuat material sekat rumah mengalami overheating, jelas Remulla. Sepertiga pegawai pabrik yang berjumlah total 15 ribu orang sedang bekerja ketika api mulai berkobar. Saat ini, pejabat perusahaan sedang melakukan pengecekan untuk mengetahui apakah jumlah karyawan yang hilang lebih dari tiga orang.

Pada 2015, kebakaran yang terjadi di sebuah pabrik karet sandal di pinggiran Manila dan menewaskan 72 orang. Peristiwa itu memaksa Presiden Benigno Aquino III memerintahkan pemeriksaan standar keamanan 300 ribu pabrik yang berada di Manila. Dia juga memerintahkan agar pemilik Kentex Manufacturing Corp. dan pejabat lokal diseret ke meja hijau karena mengabaikan standar keselamatan bagi pegawai.

Peristiwa di Kentex merupakan yang terburuk di Filipina setelah kebakaran di sebuah diskotek pada 1996 menewaskan 162 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *