Kemenpar Sinkronisasi Pariwisata Nusantara Digelar di Purwakarta

WARTAHOT – Dalam rangka pemantapan rencana program kegiatan Asdep Strategi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara 2017, Kemenpar mengadakan acara Rapat Koordinasi (Rakor) yang akan dilaksanakan di Hotel Harper Purwakarta, Jawa Barat, tanggal 21-22 Januari 2017.

”Poin utamanya adalah acara ini untuk koordinasi dan sinkronisasi kebijakan serta program strategi pemasaran pariwisata nusantara, ini demi menatap tahun 2017 agar semua bisa berjalan dengan baik dan sukses. Pelaksanaan di Purwakarta tepat, karena CEO (Bupati,Red) di Purwakarta sangat konsen dengan Pariwisata, tentu ini menjadi momentum yang tepat untuk sama-sama mencari strategi dalam berpromosi,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti.

Lebih lanjut Esthy mengatakan, peta persaingan ke depan, adalah yang cepat menyalip yang “lelet”, bukan yang besar menginjak yang kecil. Budaya cepat, agresif, terus bergerak, akan menciptakan quick wins. Untuk itu Kementerian Pariwisata menciptakan Win-Way Jurus 3S. Jurus tersebut terdiri dari tiga elemen disingkat menjadi 3S, yaitu Solid, Speed, Smart yang terus diinstruksikan oleh Menpar Arief Yahya itu.

Selain itu, masih kata Esthy, dipilihnya kota Purwakarta juga karena bersamaan dengan semangat Purwakarta yang juga mengedepankan Pariwisata sebagai ujung tombak kebanggaan daerah.” Oleh karena itu, nanti di sesi pertama dihadirkan juga pembicara dari dinas pariwisata Purwakarta yang akan bicara tentang strategi pengembangan potensi pariwisata Kabupaten Purwakarta,” ujar Esthy.

Pada acara kemarin, para pembicara juga sangat kompeten. Diantantara adalah, Marsianus Raga yang akan menjadi pembicara dengan tema bahasan strategi pemasaran pariwisata segmen bisnis dan pemerintah atau MICE. Kemenpar juga menghadirkan Tenaga Ahli Bidang Kebudayaan Kemenpar Taufik Rahzen yang menjadi pembicara dengan tema arah kebijakan strategi pemasaran pariwisata nusantara.

”Tidak lupa kami terus mengumandangkan Go Digital yang merupakan strategi Kemenpar saat ini,” ujarnya. Buktinya, di sesi ketiga materi Go Digital dibahas dengan tema E Office dan Ecommando, paparan pemanfaatan google calender, dan paparan laporan top 3 Asdep.

”Kita harus terus solid, solid adalah membangun kekompakan dan persatuan menuju terwujudnya Indonesia Incorporated. Untuk memajukan pariwisata, tidak bisa bergerak sendiri. Untuk mewujudkan pariwisata sebagai core economy Indonesia,

sektor ini harus “dikeroyok rame-rame”. Tanpa sinergi stakeholder yang ada di dalam konsep Pentahelix ABGCM atau Academics, Business, Government, Community, and Media,” Ucap Esthy.

Lebih lanjut Esthy mengatakan, tahun 2017 ini, Menteri Pariwisata telah menetapkan sebagai Tahun Kolaborasi dan Sinergi di dalam semangat Indonesia Incorporated.

”Tentunya diriingi dengan bertindak secara cepat dalam setiap pekerjaan yang dilakukan. Speed adalah kecepatan dalam berpikir, kecepatan dalam memutuskan, kecepatan dalam bekerja merupakan salah satu indikator bahwa kita adalah orang yang cerdas, kompeten dan profesional,” beber Esthy.

Dan yang ketiga yang dikumandangkan Esthy dalam acara tersebut adalah, Smart. Wanita berhijab itu meminta kepada semua peserta untuk bersikap, berpikir, dan bertindak secara cerdas dalam pekerjaan yang dilakukan. ”Kita harus dapat menggali ide baru dan berinovasi serta mampu berfikir dan bekerja secara dinamis. Hasil yang luar biasa dapat dicapai dengan cara yang tidak biasa,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *