Arief Yahya Paparkan Tiga Program Prioritas Kementrian Pariwisata

WARTAHOT – Di acara HUT Association of The Indonesia Tours and Travel Agences (ASITA) ke-46, Menpar  Arief Yahya  memaparkan tiga program prioritas Kemenpar yang akan diimplemtasikan tahun 2017,  diantaranya digital tourism, homestay, dan konektivitas udara. Dalam program digital tourism antara lain diluncurkan ITX dan War Room M-17 di kantor Kemenpar sebagai  pusat intelejen berbasi teknologi digital.

Sementara itu untuk  pembangunan homestay sebagai program pembangunan ‘desa wisata’ yang  akan dimulai tahun 2017 dalam rangka mendukung percepatan pembangunan 10 destinasi prioritas sebagai ‘Bali Baru’ yakni;  Danau Toba (Sumatera Utara); Tanjung Kelayang (Bangka Belitung); Tanjung Lesung (Banten); Kepulauan Seribu (DKI Jakarta); Candi Borobudur (Jawa Tengah); Bromo Tengger Semeru (JawaTimur); Mandalika (Lombok, NTB); Labuan Bajo (Flores, NTT);  Wakatobi (Sulawesi Tenggara); dan Morotai  (Maluku).

“Tahun 2017 kami mentargetkan membangun 20.000 homestay (pondok wisata), tahun 2018 sebanyak 30.000,  dan tahun 2019 sebanyak 50.000 unit. Sebagai quick win  pada triwulan I/2017 akan dibangun 1.000 homestay,”  kata Arief Yahya.

Program konektivitas udara, kata Menpar, sangat penting  mengingat sekitar 75% kunjungan wisman ke Indonesia menggunakan moda transportasi udara sehingga tersedianya seat pesawat (seat capacity) yang cukup menjadi kunci untuk mencapai target tahun 2017 hingga 2019 mendatang.
 “Tersediaannya kapasitas seat sebanyak 19,5 juta oleh  perusahaan maskapai penerbangan (airlines) Indonesia dan asing saat ini hanya cukup untuk menenuhi target kunjungan 12 juta wisman pada 2016, sedangkan untuk target 15 juta wisman tahun 2017 membutuhkan tambahan 4 juta seat.  Untuk target 18 juta wisman tahun 2018 membutuhkan tambahan 3,5 juta seat atau menjadi 7,5 juta seat, sedangkan untuk mendukung target 20 juta wisman pada 2019 perlu tambahan 3 juta seat atau menjadi 10,5 juta seat pesawat,” kata Arief Yahya.
Untuk memenuhi tambah 4 juta seat  dalam mendukung target 15 juta wisman pada 2017, Kemenpar melakukan strategi 3 A (Airlines–Airport & Air Navigation—Authorities) yang diawali dengan melakukan nota kesepahaman (MoU) kerjasama dengan perusahaan penerbangan Indonesia dan asing; PT Angkasa Pura I & II dan AirNav Indonesia dalam upaya menambah direct flight berjadual melalui pembukaan rute baru, extra flight,  maupun flight baru dari pasar potensial serta  pemberian insentive airport charge dan pengalokasian prioritas slot di sejumlah bandara internasional di Indonesia. (Gems)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *