Anies Minta Efektivitas Waktu Debat

WARTAHOT – Meski puas dengan penampilannya di debat pertama, Anies Baswedan, calon gubernur DKI, menggarisbawahi perlunya waktu lebih banyak untuk berargumentasi dan klarifikasi data pasangan calon lain. Dua hal itu akan membuat penampilan peserta akan bertambah optimal.

“Waktu debat itu mepet. Harapan saya untuk debat kedua durasinya dibuat lebih efisien lagi,” ujar Anies, di Jakarta, Minggu (15/1).

Inefisiensi waktu itu ia contohkan dalam hal pemberian waktu bertanya yang mencapai satu-dua menit. Baginya, cukup 30 menit agar langsung menuju sasaran pertanyaan. Waktu yang dipangkas untuk bertanya itu bisa dialihkan untuk menambahkan jatah bicara dalam memaparkan argumentasi masing-masing.

“Daripada dikasih waktu satu menit-dua menit bertanya, kepanjangan. Baru kesempatan menjawabnya boleh lebih panjang,” jelas dia.

Selain itu, Anies berharap KPUD ataupun moderator debat untuk mengalokasikan tambahan waktu bagi sesi klarifikasi data. Ini didasarkan atas evaluasi debat pertama. Bahwa, ada pasangan calon yang beberapa kali mengungkapkan fakta yang dianggapnya keliru.

Yakni, petahana Basuki Tjahaja Purnama yang menyatakan bahwa Anies, ketika masih menjabat Mendikbud, menolak usulan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memasukan kurikulum antinarkoba di sekolah-sekolah.

“Padahal kita revisi kurikulum supaya kita bisa masukkan kurikulum antinarkoba. Debat-debat berikutnya semoga diberi waktu untuk koreksi,” terangnya.

Terlepas dari itu, Anies mengaku siap menghadapi debat putaran kedua pada 29 Januari nanti. Pihaknya masih menanti kepastian tema dari KPUD DKI Jakarta sebelum merumuskan strategi lebih jauh.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *